Tarakan adalah nama sebuah kota di prov. Kalimantan Timur['09]... sudah ada sejak lama....
Tarakan memiliki luas wilayah 250.80 km² dan sesuai dengan data Badan Kependudukan Catatatan Sipil dan Keluarga Berencana Kota Tarakan pada bulan Maret 2006 berpenduduk sebanyak 169.951 jiwa.
Tarakan adalah sebuah pulau yang terletak di utara Kalimantan Timur.
Tarakan menurut cerita rakyat berasal dari bahasa tidung Tarak (bertemu) dan Ngakan (makan) yang secara harfiah dapat diartikan “Tempat para nelayan untuk istirahat makan, bertemu serta melakukan barter hasil tangkapan dengan nelayan lain.
Tempo dulu di Pulau Tarakan pernah berdiri sebuah Kerajaan dengan nama Kerajaan Tarakan(Tidung), Pusat pemerintahannya yang pertama adalah didaerah Binalatung dan terus berpindah hingga ke daerah Pamusian.
Tarakan Kini.. adalah sebuah kota yang berdiri tegakdi era Keemasan..[??!]..
Tarakan memiliki sebuah motto... BAIS...
Bersih... Aman... Indah... Sejahtera....
Rabu, 28 Oktober 2009
Senin, 26 Oktober 2009
Gajah, Kutu Loncat, dan Anda
Ada seekor gajah. Gajah ini ditangkap dan dibelenggu keempat kakinya dengan rantai yang terbuat dari besi. Saban hari, gajah tadi berusaha melarikan diri. Namun setiap kali dia melompat, dirinya selalu terjatuh. Ini selalu terjadi berulang-ulang.
Sebulan kemudian, rantai besi itu dilepas. Gajah tetap diikat keempat kakinya. Namun kali ini cuma dengan tali rafia yang tipis.
Menurut anda apakah kali ini gajah bisa melarikan diri?
Sayangnya perkiraan anda meleset. Ternyata gajah tadi tetap melompat dan tetap terjatuh seperti semula.
Hei, apa yang terjadi? Bukankah gajah semestinya mampu-mampu saja dengan kekuatannya memutus tali rafia tersebut?
Ternyata waktu sebulan telah membuat otak gajah membuat sketsa bahwa dirinya tidak akan mampu melarikan diri. Dalam sketsa pikirannya dirinya masih dirantai dengan rantai yang kuat.
Percobaan yang hampir mirip dilakukan terhadap seekor kutu loncat. Kutu loncat ini, sebelum dia ditangkap konon mampu melompat setinggi puluhan sentimeter sampai bahkan ratusan senti. Kutu loncat tadi senasib dengan gajah. Dirinya juga ditangkap dan dikurung di dalam kotak korek api. Selama sebulan dirinya dibiarkan hidup di dalam kotak korek api. Pada bulan berikutnya, kutu loncat kembali dibebaskan. Tebak, apa yang terjadi?
Menarik, kali ini si kutu loncat hanya bisa melompat setinggi 1 cm, setinggi kotak korek api. Perhatikan, waktu sebulan telah menjadikan dia melupakan potensi besar yang sebelumnya dimilikinya...
Sahabat, sadar atau tidak sesungguhnya dalam kehidupan, seringkali kita juga berada dalam kondisi yang serupa. Kita, dalam sketsa pikiran kita terperangkap dalam kotak korek api buatan kita sendiri. Kita, terbelenggu dalam bayangan rantai yang menggelayuti sketsa pikiran kita.
Kita, tanpa sadar telah membelenggu diri kita sendiri dengan rantai-rantai maya. Rantai-rantai itu membuat kita gagal untuk maju.
Rantai itu, kadang bernamakan alasan hambatan usia, kadang berwujud alasan pendidikan, kadang pula bertemakan kesehatan, atau malah alasan nasib. Layaknya pengalaman sang gajah di atas, dalam sketsa pikiran kita juga terbentuk gambaran bahwa kita akan tetap terbelenggu dan mustahil melepaskan diri dari jeratannya.Padahal, semua hanyalah rantai maya yang begitu rapuh.
Sahabat, kita namakan rantai-rantai ini sebagai faktor penghambat internal. Semuanya berasal dari diri kita.. Dan ingatkah anda apa yang telah kita pelajari di atas? Bahwa: kita adalah pengendali atas kehidupan kita sendiri. Maka yang mampu memutuskan rantai-rantai itu hanyalah diri kita sendiri.
Kini semuanya tergantung anda. Kita adalah pengendali kehidupan kita. Maju atau tidak kehidupan kita, kendali ada di tangan kita Jadi sejak sekarang lepaskan semua belenggu rantai yang bergelayut di diri anda…. berlarilah sekencangnya…. buang kotak korek api yang memenjarakan anda….. lalu melompatlah setinggi-tingginya
Sebulan kemudian, rantai besi itu dilepas. Gajah tetap diikat keempat kakinya. Namun kali ini cuma dengan tali rafia yang tipis.
Menurut anda apakah kali ini gajah bisa melarikan diri?
Sayangnya perkiraan anda meleset. Ternyata gajah tadi tetap melompat dan tetap terjatuh seperti semula.
Hei, apa yang terjadi? Bukankah gajah semestinya mampu-mampu saja dengan kekuatannya memutus tali rafia tersebut?
Ternyata waktu sebulan telah membuat otak gajah membuat sketsa bahwa dirinya tidak akan mampu melarikan diri. Dalam sketsa pikirannya dirinya masih dirantai dengan rantai yang kuat.
Percobaan yang hampir mirip dilakukan terhadap seekor kutu loncat. Kutu loncat ini, sebelum dia ditangkap konon mampu melompat setinggi puluhan sentimeter sampai bahkan ratusan senti. Kutu loncat tadi senasib dengan gajah. Dirinya juga ditangkap dan dikurung di dalam kotak korek api. Selama sebulan dirinya dibiarkan hidup di dalam kotak korek api. Pada bulan berikutnya, kutu loncat kembali dibebaskan. Tebak, apa yang terjadi?
Menarik, kali ini si kutu loncat hanya bisa melompat setinggi 1 cm, setinggi kotak korek api. Perhatikan, waktu sebulan telah menjadikan dia melupakan potensi besar yang sebelumnya dimilikinya...
Sahabat, sadar atau tidak sesungguhnya dalam kehidupan, seringkali kita juga berada dalam kondisi yang serupa. Kita, dalam sketsa pikiran kita terperangkap dalam kotak korek api buatan kita sendiri. Kita, terbelenggu dalam bayangan rantai yang menggelayuti sketsa pikiran kita.
Kita, tanpa sadar telah membelenggu diri kita sendiri dengan rantai-rantai maya. Rantai-rantai itu membuat kita gagal untuk maju.
Rantai itu, kadang bernamakan alasan hambatan usia, kadang berwujud alasan pendidikan, kadang pula bertemakan kesehatan, atau malah alasan nasib. Layaknya pengalaman sang gajah di atas, dalam sketsa pikiran kita juga terbentuk gambaran bahwa kita akan tetap terbelenggu dan mustahil melepaskan diri dari jeratannya.Padahal, semua hanyalah rantai maya yang begitu rapuh.
Sahabat, kita namakan rantai-rantai ini sebagai faktor penghambat internal. Semuanya berasal dari diri kita.. Dan ingatkah anda apa yang telah kita pelajari di atas? Bahwa: kita adalah pengendali atas kehidupan kita sendiri. Maka yang mampu memutuskan rantai-rantai itu hanyalah diri kita sendiri.
Kini semuanya tergantung anda. Kita adalah pengendali kehidupan kita. Maju atau tidak kehidupan kita, kendali ada di tangan kita Jadi sejak sekarang lepaskan semua belenggu rantai yang bergelayut di diri anda…. berlarilah sekencangnya…. buang kotak korek api yang memenjarakan anda….. lalu melompatlah setinggi-tingginya
Rabu, 21 Oktober 2009
Sumpah Pemuda
Sumpah Pemudadengan sumpah ini, seluruh pemuda bersatu sebagai 1 bangsa, 1 bahasa, dan 1 tanah air. dengan sumpah ini semangat perjuangan semakin membara, semua kompak demi mengusir penjajah.
sekarang kita para pemuda. harus kembali mengucapkan sumpah ini dalam hati kita. untuk menciptakan semangat mencintai bangsa, negara dan ibu pertiwi. ditengah berbagai masalah yang dihadapi indonesia. kita tetap harus bersatu padu demi melindungi bangsa kita.
merdeka....!!! Ingat Pemuda, SUMPAH PARA PEMUDA TERDAHULU...
SUMPAH PEMUDA
Senin, 19 Oktober 2009
Patung David
Di Florence, terdapat sebuah museum istimewa yang sengaja dibangun bagi sebuah patung David yang diciptakan oleh Michelangelo beberapa ratus tahun yang lalu.
Cerita tentang pembuatan David sangat menarik dan menjadi pelajaran berharga. Dahulu, Michelangelo diminta secara khusus oleh keluarga Medicis untuk menciptakan sebuah patung yang akan diletakkan di alun-alun Kota Florence. Keluarga Medicis adalah “sebuah keluarga yang kaya raya dan terpandang di Italia pada zaman tersebut”. Sebuah pesanan khusus dari keluarga Medicis bukan hanya berarti sebagai sebuah kehormatan besar; pesanan seperti ini juga sebuah tugas yang tidak dapat ditolak begitu saja. Selama dua tahun penuh Michelangelo mencari sebongkah batu yang dapat dia pergunakan untuk menciptakan sebuah mahakarya bagi keluarga Medicis.
Akhirnya, di pinggir sebuah jalan di Florence, separuh tertutup semak belukar dan tertimbun lumpur, dia menemukan sebongkah besar pualam di atas sebuah titian kayu. Batu tersebut bertahun-tahun sebelumnya telah diangkut, dari pegunungan, tetapi tidak pernah dipergunakan orang.
Michelangelo telah melalui jalanan itu berkali-kaki, tetapi kali ini dia berhenti dan menatap batu tersebut lebih dekat lagi. Ketika dia maju mundur mengamati bongkahan pualam itu, dengan jelas dia dapat membayangkan patung David dan melihatnya di dalam batu tersebut secara keseluruhan.
KEBERHASILAN BESAR MEMBUTUHKAN KERJA KERAS YANG PANJANG
Sang pematung dengan segera mengatur agar bongkahan pualam itu dapat diangkut ke studionya yang cukup jauh dari tempat ditemukannya batu tersebut. Dia kemudian memulai pekerjaannya yang panjang dan berat, memalu dan memahat. Diperlukan dua tahun penuh baginya untuk bekerja menciptakan gambaran kasar patung tersebut. Dia kemudian menyisihkan palu dan pahatnya, dan menghabiskan dua tahun lagi untuk memoles dan menghaluskan sampai patung itu benar-benar siap.
Michelangelo pada saat itu telah menjadi seorang pematung yang terkenal, dan kabar bahwa dia sedang mengerjakan sebuah pesanan khusus dari keluarga Medicis telah menyebar ke seantero Italia. Ketika waktunya tiba untuk mempertontonkan patung tersebut kepada publik, ribuan orang datang dari seluruh Italia danberkumpul di alun-alun kota.
Ketika selubung yang menutup patung dibuka, kerumunan massa yang berada disana tercengang dengan mulut ternganga. Patung itu luar biasa indah. Orang banyak bersorak-sorai. Wanita-wanita jatuh pingsan. Para pengunjung merasa kagum melihat kecantikan luar biasa patung hebat itu. Michelangelo dengan segera dikenal sebagai pematung terhebat pada zamannya.
Sesudah itu, ketika Michelangelo ditanya bagaimana dia dapat menciptakan sebuah mahakarya seperti itu, dia menjawab dengan mengatakan bahwa dia telah melihat David dengan lengkap dan sempurna pada batu pualam yang dia temukan. Yang dia lakukan hanyalah membuang apa-apa yang bukan David.
Pembangun.
Kamu pun kurang lebih seperti sebuah mahakarya hebat yang terdapat dalam sebongkah pualam. Akan tetapi, pualam yang menutupi kamu, seperti juga kebanyakan orang lain, adalah pemikiran yang sempit dan terbatas serta kekhawatiran yang berlebih terhadap berbagai kemungkinan kerugian dan kegagalan, dan bukannya antisipasi penuh semangat menyongsong datangnya kesuksesan dan keberhasilan.
Agar dapat menyadari potensi kita, hal mendesak yang perlu kita lakukan adalah menjebol pemikiiran sempit kita dengan memimpikan impian yang besar dan membayangkan berbagai kemungkinan yang tak terbatas. kita harus menghilangkan semua keyakinan-keyakinan negatif yang telah menghambat kita untuk menjadi apa yang sebenarnya dapat kita capai.
Namun ingatlah, bahkan setelah David dibebaskan dari batu pualamnya, Michelangelo membutuhkan dua tahun penuh untuk memoles dan menghaluskannya dan menjadikannya sebuah mahakarya, Demikian juga Kita.
Belajar nge-Blog
Di mulai saat Q bangun pagi... minum segelas air putih, lalu.. mandi dan gosok gigi.
setelah mandi, saya memakai pakaian di kamar. baju batik dan celana putih, yang merupkan seragam hari ini (10/09).
sekitar pukul 07.05, Q pergi ke sekolah... sebelumnya.. Q mengantar adik Q pergi ke sekolahnya.
Sesampainya di sekolah, sayabergegas masuk ke dalam kelas... jam pelajaran pertama di kelas dimulai...
pelajaran pertama hari itu adalah.... TIK... pelajaran kali ini adalah tentang 'membuat blog'
kebetulan, Q sudah memiliki blog, maka Q langsung saja mengerjakan tugas...
tugasnya, membuat posting...
Q mulai mengetik isian posting...
"Belajar nge-Blog" itu adalah judul postingan Q...
isinya.. adalah kegiatan yang Q lakukan mulai dari pagi... sampai sekarang...
Dimulai saat Q bangun pagi... minum segelas air..........
setelah mandi, saya memakai pakaian di kamar. baju batik dan celana putih, yang merupkan seragam hari ini (10/09).
sekitar pukul 07.05, Q pergi ke sekolah... sebelumnya.. Q mengantar adik Q pergi ke sekolahnya.
Sesampainya di sekolah, sayabergegas masuk ke dalam kelas... jam pelajaran pertama di kelas dimulai...
pelajaran pertama hari itu adalah.... TIK... pelajaran kali ini adalah tentang 'membuat blog'
kebetulan, Q sudah memiliki blog, maka Q langsung saja mengerjakan tugas...
tugasnya, membuat posting...
Q mulai mengetik isian posting...
"Belajar nge-Blog" itu adalah judul postingan Q...
isinya.. adalah kegiatan yang Q lakukan mulai dari pagi... sampai sekarang...
Dimulai saat Q bangun pagi... minum segelas air..........
700 Guru belum digaji
MEDAN, Sedikitnya 700 guru bantu di Sumatera Utara masih belum menerima gaji yang seharusnya dibayarkan pemerintah daerah, semasa mereka menunggu surat keputusan pengangkatan menjadi calon pegawai negeri sipil. Guru bantu tersebut telah diangkat menjadi CPNS sejak bulan April 2006 dan baru mendapatkan surat keputusan pengangkatan Maret 2007. Selama periode itulah, honor mereka belum dibayar pemerintah.
Menurut Ketua Forum Komunikasi Guru Bantu Indonesia Sumut, Adi Wijaya, ada tiga angkatan guru bantu yang belum mendapatkan gaji dari pemerintah. Angkatan pertama merupakan guru bantu yang diangkat CPNS sejak April 2006. Di angkatan pertama ini masih ada sekitar 170 orang guru bantu yang belum mendapatkan haknya selama sembilan bulan. "Di angkatan kedua dan ketiga, saya lupa kapan periode pengangkatannya, tetapi nasib mereka juga sama. Belum mendapatkan gaji dari empat bulan sampai lima bulan. Sedikitnya masih ada 700 guru bantu yang belum mendapatkan gaji," kata Adi di Medan, Senin (19/10).
Menurut dia, selama menunggu surat keputusan pengangkatan CPNS tersebut, guru bantu ini tetap mengajar di sekolahnya masing-masing. Sehingga bagaimana pun mereka layak mendapatkan hak-hak normatifnya. "Tetapi pemerintah daerah masih ada yang belum membayarkan hak-hak mereka. Besarnya honor atau gaji mereka bervariasi, dari Rp 1.050.000 sampai Rp 710.000 per bulan," kata Adi.
Persoalan belum dibayarnya gaji guru bantu ini kata Adi sudah diperjuangkan sejak dua tahun terakhir. Bahkan FKGBI Sumut telah menyampaikan aspirasi mereka ke DPR. DPR menyampaikan kalau gaji kami sudah diberikan pemerintah pusat melalui DAU (dana alokasi umum) kabupaten/kota. "Jadi dalam DAU tersebut ada komponen gaji buat guru bantu," katanya.
Persoalannya, lanjut Adi, tak semua pemerintah kabupaten/kota di Sumut mengalokasikan dana gaji guru bantu di DAU mereka. "Akibatnya, tuntutan kami masih juga belum dipenuhi oleh pemerintah kabupaten/kota. Seperti Medan misalnya, Pemkot Medan ternyata tak memasukkan dana gaji guru bantu di DAU yang mereka terima dari pemerintah pusat," kata Adi.
Anggota Majelis Pertimbangan FKGBI Sumut, Abdul Hakim Siagian mengatakan, pemkab/pemkot harus tetap bertanggung jawab karena pos gaji guru bantu yang bersumber dari APBN telah diberikan lewat DAU. "Jadi bupati dan wali kota yang sekarang harus mencari celah bagaimana anggaran tersebut tetap dibayarkan ke guru bantu," katanya.
Terkait status guru bantu di Sumut, Adi menuturkan, dari 12.511 guru bantu yang ada, saat ini hampir seluruhnya sudah diangkat menjadi CPNS. Sudah lebih dari 11.000 guru bantu di Sumut yang telah diangkat menjadi CPNS. "Tetapi kami tetap memperjuangkan hak-hak normatif teman-teman yang hilang semasa menunggu surat keputusan pengangkatan CPNS," ujarnya.
Anggota DPD asal Sumut Parlindungan Purba mendesak Badan Kepegawaian Daerah di kabupaten/kota untuk mendata berapa banyak guru bantu yang belum mendapatkan hak normatifnya. "Jangan sampai hak-hak normatif mereka hilang, karena mereka juga telah melakukan kewajibannya," kata Parlindungan.
Menurut Ketua Forum Komunikasi Guru Bantu Indonesia Sumut, Adi Wijaya, ada tiga angkatan guru bantu yang belum mendapatkan gaji dari pemerintah. Angkatan pertama merupakan guru bantu yang diangkat CPNS sejak April 2006. Di angkatan pertama ini masih ada sekitar 170 orang guru bantu yang belum mendapatkan haknya selama sembilan bulan. "Di angkatan kedua dan ketiga, saya lupa kapan periode pengangkatannya, tetapi nasib mereka juga sama. Belum mendapatkan gaji dari empat bulan sampai lima bulan. Sedikitnya masih ada 700 guru bantu yang belum mendapatkan gaji," kata Adi di Medan, Senin (19/10).
Menurut dia, selama menunggu surat keputusan pengangkatan CPNS tersebut, guru bantu ini tetap mengajar di sekolahnya masing-masing. Sehingga bagaimana pun mereka layak mendapatkan hak-hak normatifnya. "Tetapi pemerintah daerah masih ada yang belum membayarkan hak-hak mereka. Besarnya honor atau gaji mereka bervariasi, dari Rp 1.050.000 sampai Rp 710.000 per bulan," kata Adi.
Persoalan belum dibayarnya gaji guru bantu ini kata Adi sudah diperjuangkan sejak dua tahun terakhir. Bahkan FKGBI Sumut telah menyampaikan aspirasi mereka ke DPR. DPR menyampaikan kalau gaji kami sudah diberikan pemerintah pusat melalui DAU (dana alokasi umum) kabupaten/kota. "Jadi dalam DAU tersebut ada komponen gaji buat guru bantu," katanya.
Persoalannya, lanjut Adi, tak semua pemerintah kabupaten/kota di Sumut mengalokasikan dana gaji guru bantu di DAU mereka. "Akibatnya, tuntutan kami masih juga belum dipenuhi oleh pemerintah kabupaten/kota. Seperti Medan misalnya, Pemkot Medan ternyata tak memasukkan dana gaji guru bantu di DAU yang mereka terima dari pemerintah pusat," kata Adi.
Anggota Majelis Pertimbangan FKGBI Sumut, Abdul Hakim Siagian mengatakan, pemkab/pemkot harus tetap bertanggung jawab karena pos gaji guru bantu yang bersumber dari APBN telah diberikan lewat DAU. "Jadi bupati dan wali kota yang sekarang harus mencari celah bagaimana anggaran tersebut tetap dibayarkan ke guru bantu," katanya.
Terkait status guru bantu di Sumut, Adi menuturkan, dari 12.511 guru bantu yang ada, saat ini hampir seluruhnya sudah diangkat menjadi CPNS. Sudah lebih dari 11.000 guru bantu di Sumut yang telah diangkat menjadi CPNS. "Tetapi kami tetap memperjuangkan hak-hak normatif teman-teman yang hilang semasa menunggu surat keputusan pengangkatan CPNS," ujarnya.
Anggota DPD asal Sumut Parlindungan Purba mendesak Badan Kepegawaian Daerah di kabupaten/kota untuk mendata berapa banyak guru bantu yang belum mendapatkan hak normatifnya. "Jangan sampai hak-hak normatif mereka hilang, karena mereka juga telah melakukan kewajibannya," kata Parlindungan.
Ikan Hiu Tutul Terdampar
TUBAN, Seekor ikan hiu jenis tutul dengan panjang lebih dari 4 meter, Senin (19/10) terdampar di pantai utara Tuban. Hiu itu saat subuh sempat tersangkut pukat nelayan bernama Khasim, warga Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, sekitar 10 mil dari bibir pantai. Khasim tidak berani melepas pukat yang melilit tubuh hiu itu karena takut diserang.
Hiu itu pun ditarik ke tepi pantai, setelah tidak bisa bergerak dia melepas pukat dan mengikat ikan itu dengan tali tambang plastik atau tampar. Ikan itu pun terombang-ambing ombak dan menjadi tontonan warga. Berat bagian ekornya saja diperkirakan mencapai 500 kilogram..
Setelah dua jam berada di bibir pantai, ikan hiu pemakan plankton itu dilepas kembali oleh warga ke tengah laut untuk menjaga ekosistem laut. Seorang nelayan Wakid terluka bagian tangan kanannya karena terkena gigi ikan hiu saat melepasnya ke tengah laut.
Hiu itu pun ditarik ke tepi pantai, setelah tidak bisa bergerak dia melepas pukat dan mengikat ikan itu dengan tali tambang plastik atau tampar. Ikan itu pun terombang-ambing ombak dan menjadi tontonan warga. Berat bagian ekornya saja diperkirakan mencapai 500 kilogram..
Setelah dua jam berada di bibir pantai, ikan hiu pemakan plankton itu dilepas kembali oleh warga ke tengah laut untuk menjaga ekosistem laut. Seorang nelayan Wakid terluka bagian tangan kanannya karena terkena gigi ikan hiu saat melepasnya ke tengah laut.
Langganan:
Entri (Atom)

